KKB Papua Resmi Jadi Teroris dan Menjadi Musuh Bersama Rakyat Indonesia

oleh -37 views
KKB Papua Teroris
KKB Papua ditetapkan sebagai gerakan teroris.ajar.co.id

POLITIK.PERDANANEWS.COM – JAKARTA – KKB Papua Resmi Jadi Teroris dan Menjadi Musuh Bersama Rakyat Indonesia. Akhirnya pemerintah resmi melabeli Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai teroris. Artinya dimanapun jika terjadi kelompok criminal bersenjata di bumi pertiwi maka dia masuk dalam katagori teroris.

Dilabelinya KKB sebagai teroris disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md, Kamis (29/4/21).

Menurut Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel bahwa seiring label teroris telah disematkan oleh pemerintah kepada KKB, maka sudah barang tentu kelompok tersebut  menjadi musuh bersama rakyat Indonesia.

“Kini berbeda posisinya. Terhitung sejak hari ini, pelabelan ‘teroris’ memberikan justifikasi yang legitimate bagi setiap komponen bangsa untuk menyikapi organisasi teroris itu sebagai musuh bersama yang harus diberantas secara cepat, tegas, terukur, tuntas,” katanya kepada awak media, Jumat (30/4/21).

Mahfud Md mewakili pemerintah menetapkan bahwa Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai teroris. Tidak hanya kelompoknya, akan tetapi juga termasuk gerakan-gerakan individu yang terafiliasi dengan kelompok teroris Papua tersebut.

KKB Papua Resmi Jadi Teroris dan Menjadi Musuh Bersama Rakyat Indonesia

Mahfud Md berdalih bahwa ditetapkannya KKB Papua sebagai teroris setelah adanya pernyataan yang disampaikan oleh Ketua MPR, BIN, Polri, TNI, hingga tokoh masyarakat dan adat Papua sendiri.

“Sejalan dengan itu semua, dengan pernyataan-pernyataan mereka itu, maka pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris,” beber Mahfud dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (29/4/21).

Dimasukkannya orang-perorangan atau kelompok yang berafiliasi kepada KKB Papua sebagai teroris, Mahfud menjelaskan jika hal tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa teroris adalah siapa pun orang yang merencanakan, menggerakkan, dan mengorganisasikan terorisme.

Sementara terorisme adalah setiap perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban secara masal atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, terhadap lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional, dengan motif ideologi, politik, dan keamanan.

“Berdasarkan definisi yang dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018, maka apa yang dilakukan oleh KKB dan segala organisasinya dan orang-orang yang terafiliasi dengannya adalah tindakan teroris,” tegas Mahfud. (sbr/pn)