Cerdas Didemo Jurnalis, Bobby Ajak Pendemo Bukber

oleh -88 views
Bobby bukber dengan jurnalis
Bobby bukber dengan jurnalis.poskota.co.id

POLITIK.PERDANANEWS.COM – MEDAN – Cerdas Didemo Jurnalis, Bobby Ajak Pendemo Bukber. Berawal dari sebuah video yang beredar di media social dimana dalam video tersebut digambarkan para wartawan dihalangi oleh Paspampres, Polisi ddan satpol PP melakukan wawancara dengan Wali Kota Medan Boby Naustion di kantornya.

Buntut dari kasus tersebut, sejumlah jurnalis dari berbagai media berang dan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan pada Kamis (15/4/21).

Di luar dugaan, Bobby Nasution,  wali kota medan yang bertugas baru seumur  jagung itu merespons aksi itu dengan menggelar buka puasa bersama (bukber) pada Jumat (16/4/21) di Rumah Tjong A Fie sekaligus sebagai ajang ramah tamah dengan para jurnalis.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai  upaya membangun kedekatan hubungan antara Pemkot Medan dengan awak media agar di antara keduanya semakin lebih baik ke depannya.

Bukber tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Ketua IJTI Sumut, Ketua PWI Sumut, Ketua Persatuan Wartawan Unit Pemkot Medan, Ketua SMSI, serta sejumlah wartawan baik dari media cetak, elektronik maupun online.

Pada kesempatan itu, Bobby  menyampaikan pentingnya peran wartawan dalam mendukung seluruh program Pemkot Medan, khususnya lima program prioritas utama yakni infrastruktur, kesehatan, kebersihan, penanganan banjir dan heritage.

Bobby menyampaikan bahwa pemkot medan akan memperbaiki hubungan dan menghilangkan miskomunikasi dengan para wartawan. Untuk mewujudkan rencana tersebut Boby berencana membuka ruang bagi wartawan yang ingin melakukan wawancara doorstop di Balai Kota.

“Nanti akan kita fasilitasi tempat kawan-kawan media yang ingin melakukan doorstop di Balai Kota. Hanya saja, saya berharap saat bertugas agar selalu dilengkapi dengan identitas”, kata Bobby.

Terkait dengan masalah viralnya video yang memperlihatkan wartawan dihalangi oleh pol pp,polisi dan paspampres itu, Ketua PWI Sumut Hermansyah yang juga hadir dalam acara itu mengatakan jika masalah yang terjadi hanya karena miskomunikasi.

Hermansyah mengatakan, wartawan memahami Wali Kota merupakan bagian dari keluarga Presiden sehingga harus dapat pengawalan. Namun, wartawan juga dituntut melakukan doorstop dalam mencari informasi.

“Jadi miskomunikasi ini harus diluruskan. Apalagi di hari dan bulan baik ini, kita berharap kondisi dapat kembali baik. Mungkin ke depan perlu dilakukan pertemuan secara berkala seperti coffe morning sehingga tidak ada lagi miskomunikasi,” beber Hermansyah. (sbr/pn)