Pemerintah Bakal Impor 1 Juta Ton Beras, Harga Gabah Petani Melemah?

oleh -165 views
Politisi Gerindra Budisatrio Djiwandono
Politisi Gerindra Budisatrio Djiwandono.data:image

PERDANANEWS.COM – JAKARTA – Pemerintah Bakal Impor 1 Juta Ton Beras, Harga Gabah Petani Melemah? Pemerintah dalam waktu dekat merencanakan impor beras sebanyak 1 juta ton untuk memenuhi stok beras dalam negeri. Namun hal itu dikhawatirkan akan melemahkan harga gabah petani yang dalam waktu yang sama juga mengalami panen.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, G Budisatrio Djiwandono. Anggota DPR dari praksi Gerindra itu  mendesak pemerintah agar mengkaji ulang rencana mengimpor 1 juta ton beras itu. Menurutnya pengumuman rencana impor itu meningkatkan resiko semakin rendahnya harga gabah petani di Indonesia.

“Pemerintah tidak seharusnya mengumumkan rencana impor beras 1 juta ton, karena dapat menyebabkan harga gabah di kalangan petani turun drastis,” kata Budi Sabtu, (13/3/21).

Budi menerangkan,saat ini  harga gabah petani sudah di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Beliau mencontohkan harga gabah di Kendal Rp3.600 per kg,  di Ngawi Rp3.400 per kg dan di  Blora hanya Rp3.300 per kg.

Sedangkan jika menengok berdasarkan Permendag Nomor 24 Tahun 2020, seharusnya HPP untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp4.200 per kg.

Di ketahui berdasarkan data Bulog yang diolah oleh Badan Ketahanan Pangan pada 7 Maret 2021, stok beras Bulog sebesar 869.151 ton. Jumlah itu nilai kumulasi dari stok komersial sebesar 25.828 ton dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 843.647 ton. Padahal CBP seharusnya di angka minimal 1,5 juta ton.

Sementara menurut  data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi periode Januari-April Tahun 2021 diperkirakan akan mencapai 14,54 juta ton beras dan mengalami kenaikan 3,08 juta ton (26,84 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada subround yang sama tahun 2020 sebesar 11,46 juta ton.