, ,

Hadapi Koneksi Global, Anis Matta Sebut Indonesia Butuh Kapasitas Leadership

oleh -249 views
Hadapi Koneksi Global, Anis Matta Sebut Indonesia Butuh Kapasitas Leadership
Hadapi Koneksi Global, Anis Matta Sebut Indonesia Butuh Kapasitas Leadership

PERDANANEWS.COM – JAKARTA – Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menegaskan dalam menghadapi koneksi global, Indonesia butuh kapasitas leadership.

Indonesia saat ini menghadapi tantangan terbesar dalam demokrasi sebagai bangsa sejak era reformasi bergulir pada 20 tahun terakhir. Yakni adanya perubahan kapasitas sosial (social shifting)   yang jauh lebih cepat dari perubahan kapasitas politik (social politic).

“Tapi alhamdulillah dapat menciptakan keseimbangan baru antara kebebasan dan stabilitas. Secara efektif menciptakan keseimbangan dan stablitas politik,” Ungkap Anis Matta saat menjadi Pembicara Utama webinar ‘Demokrasi Indonesia di Simpang Jalan’ diselenggarakan Moya Institute di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Perubahan kapasitas sosial yang lebih cepat daripada perubahan kapasitas politiknya, menurut  Anis Matta, menjadi persoalan fundamental serius, meskipun Indonesia disebut sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, karena sukses menyelenggarakan Pemilu dan banyak Pilkada secara damai.

“Ada faktor yang yang bersifat struktural menentukan, yaitu perubahan demografi. Sensus terakhir 2020 menunjukkan orang-orang muda dalam struktur demografi kita,” Tambahnya.

Anis Matta melanjutkan statementnya “ Mereka ini dalam 20 tahun terakhir menciptakan kelas menengah baru. Jumlah mereka cukup besar mencapai 100 juta jiwa dan dianggap sebagai masyarakat urban yang berdaya. “

Pada 2025, populasi masyarakat urban ini diperkirakan mencapai 68 persen. “Mereka ini lebih educated dan partisipatif, populasi mereka jauh lebih banyak dari masyarakat miskin perkotaan. Ada kelas menengah baru,” lanjut Ketum Gelora Indonesia tersebut.

Generasi baru yang lahir di era demokrasi ini, lanjut Anis Matta, juga menjadikan mereka sebagai  warga global, karena jauh lebih baik terkoneksi secara global.

“Hal itu terlihat dari pertumbuhan media sosial saat ini, dan akses Informasi jadi tidak terbatas. Social shifting tidak jauh lebih cepat dari perubahan kapasitas negara, sehingga tantangannya semakin besar,” ujarnya.

Dampaknya adalah perubahan cara pandang masyarakat kepada negara. Masyarakat memandang negara bukan pada otoritasnya, tetapi pada kapasitasnya.

“Inilah masalah kita sekarang ini, output paling besar yang kita rasakan dari reformasi,” Ujar Anis Matta.

Anis Matta menjelaskan, dunia juga tengah menghadapi krisis global  dengan adanya perubahan sistem (tatanan baru) dan leadership (kepemimpinan). Perubahan ini diperkirakan akan terjadi dalam 10 tahun ke depan, karena sistem sudah tidak berjalan efektif lagi.

Anis Matta mengatakan “Sehingga akan terbentuk tatanan dan aliansi global baru. Namun, masalah baru muncul, dimana pertumbuhan tidak bisa diwadahi oleh lingkungan kita,” ungkapnya.

Koneksi Global Indonesia Saat ini, perang supremasi antara Amerika Serikat vs China tidak terhindarkan lagi, dan menciptakan tatanan dan aliansi global baru. 

Konflik ini tentu saja akan menjadi tantangan terbesar demokrasi Indonesia kedepan, apalagi jika negara tidak menggunakan otoritasnya untuk melakukan pengendalian perubahan kapasitas sosial.

“Kalau Indonesia tidak menjadi bagian dari pembentukan aliansi global baru nanti,  Indonesia menjadi negara proxy. Konflik seperti tahun 65 bisa terjadi lagi, karena kekuatan global menjadikan Indonesia sebagai medan tempur,” Tutupnya.

(ceo/pni)