, , , , ,

Ramai Tagar #GorenganTempeGakLaku Ini Sebabnya

oleh -126 views
#GorenganTempeGakLaku
Ramai #GorenganTempeGakLaku Ini Sebabnya.

PERDANANEWS.COM – JAKARTA – Ramai Tagar #GorenganTempeGakLaku Ini Sebabnya. Hari ini twiter diramaikan oleh tagar #gorenganTempeGakLaku. Dari hasil penelusuran politik.perdananews ternyata tagar itu menjadi trending topic setelah salah satu Koran nasional, Koran Tempo membuat headline berita dengan judul  “KPK Periksa Politikus PDIP Ihsan Yunus di Kasus Bansos Covid-19”.

Pada laman berita yang dirilis kamis 25 Februari 2021 itu tempo membeberkan  tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan mengagendakan pemeriksaan politikus PDIP Ihsan Yunus, eks Wakil Ketua Komisi Agama dan Sosial Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Diketahui bahwa pemeriksaan Ihsan politisi PDIP tersebut akan digelar  pada hari ini, Kamis, 25 Februari 2021.

Hal itu dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Kamis, 25 Februari 2021. Ali mengatakan bahwa yang bersangkutan Ihsan Yunus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Matheus Joko Santoso (MJS) dalam kasus bantuan social yang menyeret mantan menteri social Juliari Batubara.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso, pejabat pembuat komitmen di Kementerian Sosial) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial Covid-19,” tutur Ali

Pemberitaan tempo itu membuat para kader PDIP berang dan menyerang tempo dengan tagar #gorenganTempeGakLaku.

Tempo dituduh ingin mendeskriditkan PDIP, bahkan tempo dianggap sering melakukan cara-cara tidak elegan dalam memberitakan satu masalah. Dan nyata terlihat bahwa kata tempe dikonotasikan sebagai Tempo.

Seperti yang ditulis oleh akun DUA L @shae ll yang mengatakan bahwa tempo telah dua kali menampilkan cover story soal korupsi bansos dengan menyebut nama PDIP. Namun hal itu sama sekali tidak mempengaruhi elektabilitas PDIP

“Meskipun sebelumnya Media Tempe dua kali menampilkan cover story soal korupsi bansos dgn menyebut petinggi PDIP, namun hal itu sama sekali tidak mempengaruhi elektabilitas PDIP”, kata akun DUA L.

Senanada dengan  DUA L akun #SobatNKRI pun mencibir tempo dengan mengatakan upaya tempe membuat opini mengaitkan korupsi bansos Juliari Batubara dengan petinggi PDIP seperti Herman Henry dann Madam, ternyata gagal menggerogoti popularitas dan elektabilitas PDIP.

“Upaya Tempe membuat opini mengkaitkan kasus korupsi Bansos Juliari Batubara dengan petinggi PDIP, seperti Herman Hery dan Madam, ternyata gagal menggerogoti popularitas dan elektabilitas PDIP. Elektabilitas PDIP tetap tinggi kendati mendapat serangan”, #SobatNKRI. (sbr/pn)